cerita inspirasi

Nama   : Reza Primadita

NRP    : H34100032

Laskar 26 ( Laskar Munir )

Tetsuko Kuroyanagi, sosok ini lebih dikenal dengan sebutan Totto-chan. Aku mengenalnya dari sebuah novel berjudul Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela. Wanita berdarah Jepang ini menjadi orang pertama dari Asia sebagai Duta Kemanusiaan pada tahun 1984. Dia telah berkunjung ke banyak negara dalam tugas kemanusiaannya bersama UNICEF. Tadinya dia berpikir dengan bermodalkan pengalaman masa kecilnya, melihat acara di televisi, buku-buku fotografi, dan film documenter cukup membuatnya paham akan kondisi anak-anak yang kelaparan di Afrika. Tapi ternyata kelaparan yang disaksikannya sendiri ketika berada di Tanzania pada tahun 1984 benar-benar mengerikan. Di sana dia bertemu dengan seorang anak yamg berusia enam tahun. Tubuh anak tersebut sangat kecil bahkan anak tersebut hampir tak bisa berdiri, berjalan atau berbicara. Yang bisa ia lakukan hanya merangkak di tanah yang dingin. Ketika seorang anak tidak mendapatkan makanan, bukan hanya tubuhnya yang berhenti tumbuh tapi juga otak, karena otak juga memerlukan gizi. Sedih sekali saat berpikir bahwa sebenarnya kondisi ini hanya karena kurangnya makanan.

Ketika dia mengunjungi klinik kecil tempat sekitar dua puluh anak dan bayi sedang duduk atau berbaring di lantai beton, dia baru sadar kalau di tempat itu sama sekali tidak terdengar suara anak menangis. Normalnya anak-anak akan menangis keras ketika terpisah dari orang tuanya dan sakit akibat kekurangan gizi. Namun setelah dia perhatikan walaupun mereka diam sesungguhnya mereka menangis. Mata mereka yang besar dipenuhi air mata. Sambil memeluk anak-anak tersebut dia pun berpikir andai ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk anak-anak itu.

Sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF, ia memiliki tugas untuk menyadarkan masyarakat mengenai buruknya kondisi anak-anak di Negara berkembang. Karena itulah dia menayangkan liputan kunjungannya ke berbagai Negara di acara televisi. Setelah menyaksikan  liputan tersebut banyak donasi yang masuk ke rekening Duta Kemanusiaan UNICEF. Donasi tersebut dari anak-anak TK, para pensiunan tua dan banyak lagi. Ia pun ikut menjadi donatur melalui penjualan bukunya yang berjudul Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela. Dia meminta kepada UNICEF untuk menggunakan donasi tersebut ke tempat-tempat yang telah ia kunjungi.

Ada satu hal yang ingin dia sampaikan : “setiap orang butuh sahabat, teman untuk tertawa. Anak-anak yang kelaparan pun ingin menjadi temanmu.”

Dedikasinya untuk kemanusiaan patut ditiru syapa saja. Sudah jarang rasanya kita melihat mereka-mereka yang ingin berbagi untuk sesama dengan sebuah keikhlasan. Perjuangannya harus kita lanjutkan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

cerita inspirasi

Nama   : Reza Primadita

NRP    : H34100032

Laskar 26 ( Laskar Munir )

Ketika aku duduk di bangku SMP, hal yang ingin aku capai adalah bisa mengikuti program akselerasi yang ada di sekolahku. Walaupun hanya untuk satu kelas dan hanya menerima dua puluh orang siswa namun aku tetap bersemangat dan yakin bisa bersaing dengan semua anak yang juga ingin mengikuti program tersebut. Berharapa akulah yang akan menjadi satu diantara dua puluh orang yang akan mengikuti program tersebut.

Aku pun mengikuti berbagai rangkaian tes. Mulai dari tes akademis hingga tes psikologi. Berkat usaha dan keteguhan hati, alhamdulillah hasil tes akademis yang kuperoleh sangat memuaskan. Bahkan  hal itu menambah keyakinanku untuk bisa mengikuti program akselerasi. Sekarang tinggal menunggu hasil tes psikologi. Tes ini meliputi tes IQ, EQ dan SQ. Hasil yang ditunggu-tunggu pun datang. Aku pun  membuka amplop hasil tes. Aku hanya bisa terdiam ketika membaca hasil tes tersebut. Jujur hal ini sama skali tak kusangka. Aku benar-benar shock. Apalagi saat membaca bahwa IQ ku hanya 117. Sedangkan untuk bisa mengikuti program tersebut minimal aku harus mempunyai IQ 125.

Rasanya dada ini begitu sesak. Apalagi ketika mengetahui sahabat-sahabatku mendapatkan IQ rata-rata di atas 130. Aku pun merasa minder didekat mereka. Sekalipun mereka tak pernah mempermasalahkan hal tersebut.

Setelah itu aku tidak hanya menjadi anak yang minder. Aku pun cendrung jadi anak yang putus asa. Mama selalu berusaha memberikan motivasi kepadaku. Bahkan walikelasku ketika SD pun menelponku hanya untuk menyuportku agar aku tak larut dalam kesedihan. Beliau mengatakan bahwa aku tak boleh seperti ini. Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu kita tidak boleh berenti berusaha dan berdoa .

Lambat laun akupun sadar kalau aku terus murung seperti ini tidak akan ada hasilnya. Akupun mulai kembali menata semangat untuk mengejar mimpi-mimpiku. Walaupun harus berusaha keras daripada yang lain tapi aku tak pernah lelah. Malahan itu membuatku jauh lebih kuat dari yang lain. Itu membuatku menjadi anak yang tidak gampang menyerah. Kalau mereka cukup hanya dengan belajar selama di sekolah, aku harus belajar kembali di rumah mengulang pelajaran dan membahas berbagai macam soal agar aku lebih paham akan pelajaran tersebut. Kalau mereka cukup mengerti dengan mendengarkan penjelasan guru, aku harus mencatatnya dan memahaminya di rumah. Seperti itulah caraku belajar.

Setelah kupikir-pikir sekarang, Allah memang telah memberikan jalan yang terbaik untukku. Akupun bersyukur bisa memiliki orang-orang yang selalu ada disampingku. Kalau bukan karena mereka, mungkin takkan pernah sadar dan terus larut kesedihan.

Terima kasih semuanya

Posted in Uncategorized | Leave a comment